Kamis, 01 Agustus 2013

Kisah Nyata Arwah Dukun Santet

Ini adalah kisah nyataku sendiri yang gk bisa aku lupakan sampai saat ini.
Di awal cerita waktu itu umurku masih 17 thun.aku anak satu2nya dari mama dan papa.
Walau aku anak terakhir tapi aku merasa kurang kasih sayang dari mereka.
Di karnakan orang tuaku selalu sibuk dengan krjaan mereka masing2..setiap malam Aku selalu sendirian di rumah, sebenarnya aku takut kalau stiap mlm selalu sendiri di rumah nunggu ortuku pulang kerja, maklum rumahku ini bekas tanah kosong dan di samping rumahku ini ada kuburan yg konon kata orang kuburan itu adalah kuburanya dukun santet,jadi agak angker.
Waktu itu pada hari jumat..pas jam 220 ntah knapa aku gak bisah tidur..
Perasaan ini terasa gk enak banget,,
tapi aku mencoba menghilangkan rasa takut ini dengan mndengarkan musik.
Tapi ntah knapa rasah takut ini gk malah hilang yang ada malah rasanya semakiiinn takutt jha..
Lalu aku stell musik aku dngan volume tambah keras,gk perduli waktu itu sudah malam,,aku pikir dngan begini rasah takutku bisa hilang.
Tapi tiba-tiba dari bawah kolong kamar tidurku ada seseorang yg merintih kesakitan dan minta tolong padaku..
Dngan suara yg amat sangat mnyeramkann..
Aku sangat kagett dan takutt bangett sampai tubuh ini lemass..
Gk brapa lama pintu kamarku ada yg ngetok2 3 kali..
Aku pun jadi tambah takutt, tapi aku membranikan diri aku dan mencobah tuk mnanyakan siapa yg ngetok pintu trsebut..
Akhirnya ku dengar ternyata itu suara mama dan papa ku..aku pun membuka pintu kamarku dan langsung memeluk mama dan papaku..sambil nangis..
Tapi mama papaku diam saja tidak ada reaksi apa pun dia hanya berdiam berdiri..
Aku pun mnanyakan pada mereka, aku pikir mereka lg marahan,,tapi mereka hanya mnggelengkan kepalanya tanpa ada satu kata pun yang keluar..
Aku sbenarnya heran dengn orng tua aku,sbenarnya mreka knap..?
Tapi Belum juga aku menanyakan ucapanku tiba2 papah dan mamaku ku memegang tanganku dan mengajaku keluar ntah mau di ajak kemana aku..
Aku pun diam saja gk ada fikiran yang aneh2 karna mereka adalah orang tua aku..
Sudah bbrapa lama aku nyampe di suatu tempat yg baru pertama aku lihat selama aku tinggal di situ..
Aku amat sangat kaget ketika Aku melihat di skelilingku banyak orang2 yg mengikutiku,mreka sangat aneh skaali,ada yang gak punya tangan,ada yg gk punya kaki,dan ada yang mukanya amat sangat hancur sampai matanya mau keluar..
Aku takut sekalii wktu itu..
Akupun langsung peluk papaku yang berada dekat aku..sambil memejamkan mataku karna takut sekali..
Tapi ada yg aneh dngan bau tubuh papaku..yg tadi baunya wangi sekarang baunya jadi busuuukkk sekali sampai aku mau muall..
Pas aku membuka mata trnyata..!! Yang aku peluk bukan papaku..
Dia adalh maklukk yg amat sangat mnyeramkan,mtanya keluar kebawah,sdangkan gigi dan kukunya panjang skalii..
Tubuhnya di penuhi oleh blatung..
Bgitupun mamaku dia juga sama sperti itu..
Aku yg waktu itu masih meluk papa,aku langsung mlepas kan pelukanku dan langsung jatuh kblakang karna kaget..
Dan mreka ber 2 mndekati aku dengan muka yg amat sangat marah..
Ingin skali aku lari dan teriak tapi apala daya kaki dan mulutku terasah terkuncii..
Aku cuma bisa gmetar dan mnahan rasah takut ini..
Tapi aku ingat perkataan dari ibu aku yg perna beliau ajarkan ke aku mngenai ilmu agama..
Aku pun langsung membaca ayat2 sebisa aku..dan aku mengucapkan istigfar brulang2..
Dan tiba2 selang waktu yg gk lama ada cahaya putih yg menghantam mereka,,hingga mreka brteriak kesakitan,,dan menghilang ntah kmana..
Aku yg msih terjatuh, dan masih memjamkan mata,,gk henti2'y membaca kalimat allah.. Sketika itu tiba2 aku khilangan ksadaranku..
Pas mata ku aku buka tiba di depan ku sudah ada mama papa dan pak ustad..
Terlihat mama yg lagi meluk papa sambil mnangiss..
Pas aku bangun mamaku langsung meluk aku sambil nangis..
Aku pun sbaliknya..
Dan pak ustad pun suruh aku mncritakan apa yg di alami oleh ku..
Konon kata pak ustad aku di bawah oleh arwah duku santet. kuburanya di dekat samping rumahku..
Sungguh ini pengalamanku yang sangat gk bisah aku lupakan seumur hidup aku..
Dan kini mama aku gk lagi kerja mungkin karna beliau hawatir sama aku..
Demikian cerita horor dari saya semoga bermanfaat untuk kalian ... ^_^

Selasa, 30 Juli 2013

MANTRA PELET MELAYU

Irwan adalah pemuda lugu dan polos yang baru saja datang dari Pulau Bintan untuk menimba ilmu di salah satu Perguruan
Tinggi Swasta yang ada di bilangan Depok. Walau tergolong baru menjejakkan kaki di belantara pinggiran Jakarta, tetapi, ia
telah memiliki banyak kenalan, teman bahkan beberapa sahabat yang selalu saja mengerumuninya.
Betapa tidak, karena Irwan adalah sosok yang sangat humoris, pandai bergaul dan menempatkan diri, ringan tangan serta
tergolong pandai pula. Itulah sebabnya, kenapa dalam waktu dekat, semua mahasiswa yang belajar di fakultas itu sangat mengenalnya dengan baik.
Bobby, salah seorang seniornya yang pecinta alam itu, terkadang meminta Irwan untuk membantunya dalam
beberapa kegiatan. Akibatnya, keduanya semakin dekat. Boleh dikata, di mana ada Bobby, pasti di situ ada Irwan, begitu
juga sebaliknya — kebetulan lagi, Laila, adik sepupu Bobby juga satu angkatan dengannya.
Seiring dengan kedekatan keduanya, diam-diam, ternyata Irwan menaruh hati pada Laila. Gadis cantik berkerudung yang
murah senyum serta memiliki cita-cita yang demikian luhur, ingin menjadi sarjana kesehatan masyarakat dan kelak bisa
mengabdikan dirinya di daerah pedesaan.
Cita-cita Laila itulah yang membuat Irwan jatuh hati. Maklum, ia juga bercita-cita ingin mengabdikan diri di kampung halamannya
yang jauh dari keingaran. Kesamaan itu pulalah yang membuat Irwan dan Laila (tanpa Bobby tentunya)
juga sering terlihat jalan atau berbincang bersama tentang berbagai hal, mulai dari
mata kuliah, kehidupan sampai dengan harapan yang diinginkan oleh masing-masing.



Hingga pada suatu hari, usai menjadi di tengah-tengah hamparan sawah yang menghijau dan semilir angin, mendadak
Irwan menghentikan langkahnya. Laila yang berjalan di depannya langsung menoleh
dengan pandangan penuh tanya. Irwan yang melihat Laila seperti itu hanya tersenyum dan langsung berkata dengan
halus; “Lail, sebenarnya, selama ini aku menyimpan perasaan sayang kepadamu.”
Laila tampak terlihat kaget dan terdiam sesaat. Tak lama kemudian, terdengar
suaranya dengan terbata-bata; “Bang Ir, selama ini Lail menganggap abang sebagai
kakak kandung sendiri. Maafkan Lail Bang…”“Ufh …” hanya itu yang keluar dari mulut
Irwan yang seolah hendak melepaskan segala beban yang tiba-tiba serasa
menghimpit dadanya.



Seolah tak ada kejadian yang berartti, keduanya pun kembali meneruskan perjalanannya dalam diam. Sekali ini tak ada
lagi dendang atau gurauan yang terlontar dari mulut keduanya, mereka jadi terkesan
kaku. Irwan dan Laila hanya berjalan menuruti kaki yang melangkah menuju ke tempat truck dan teman-teman lainnya yang memang sudah menunggu. Sepanjang perjalanan bahkan sampai di kampus, tidak ada kejadian yang berarti.
Menginjak hari ketiga, Bobby tiba-tiba datang dan bertanya; “Ir … kenapa tiga hari
ini kau gak pernah main ke rumah lagi?”
“Maaf … Bang, aku gak enak badan,” jawab Irwan dengan gagap.
“Oh … aku kira ada masalah apa…”sahut Bobby cepat.



Irwan menggeleng sambil mohon diri untuk segera masuk ke kelas karena dosen
sudah datang. Sepanjang hari itu hati dan pikiran Irwan benar-benar sangat galau.
Bahkan, tak ada satu mata kuliah pun yang bisa atau berhasil dicernanya dengan baik.
Yang ada dalam benaknya hanyalah wajah ayu Laila, gadis yang acap mengenakan
kerudung merah jambu dengan senyumnya yang demikian menawan itu ….
“Ah … bisa-bisa aku mati dalam kubangan cinta yang tak bertepi…” bisik
hatinya mencoba untuk melawan.
Tak lama kemudian, hatinya kembali berbisik; “Tetapi, bagaimana bila aku bisa
mendapatkan ilmu sekaligus cinta …!”
“Ah … yang terakhir harus benar-benar kuperjuangkan. Ilmu sekaligus cinta …”
bisik hatinya dengan mantap. Setelah menimbang-nimbang beberapa saat, hatinya
pun kian bertambah mantap. Perlahan, tapi penuh kepastian, wajah Irwan pun kembali
sumringah seperti sedia kala.
Singkat cerita, usai Ujian Akhir Semester, sementara menunggu hasil ujian dan pengisian Kartu Rencana Studi, kebanyakan, para mahasiswa yang berasal dari daerah kembali ke kampung halamannya masing-masing
— begitu juga dengan Irwan.
Di kampung halamannya, seperti biasa, Irwan pun yang pulang kampung segera menyambangi semua keluarga dan
sahabatnya. Dan ketika berjumpa dengan pamannya, Irwan pun langsung memeluk dengan penuh sukacita.
Semua hanya tersenyum dan maklum,
Irwan memang paling disayang oleh paman Herman. Dan setelah keduanya sejenak
melepaskan kerinduan dengan saling bertukar kabar, dengan penuh selidik,
paman Herman pun bertanya; “Nampaknya ada sesuatu yang khusus yang akan engkau
bicarakan pada paman?”



Irwan tergagap. Ia tak menyangka bakal mendapatkan pertanyaan yang seperti itu. Dengan gagap, ia pun menjawab; “Be .. be …
benar paman.”
“Masalah cinta?” Desak sang paman.
“inilah yang kusuka dari paman…” sahut Irwan yang sudah bisa menguasai diri, “tanpa perlu kita bercerita panjang lebar,
jawaban pasti akan langsung diberikan,” imbuhnya.
“Sekali ini tidak. Engkau harus menceritakan dengan jujur dan apa tujuanmu,” jawab sang paman dengan hatihati.
“Ah …” sahut Irwan sambil menepuk dahinya, “baru kali ini aku melihat paman demikian serius.”
“Engkau sudah dewasa, dan rasanya, enggan paman membantumu jika hanya
untuk mempermainkan atau mengajuk hati perempuan,” sahut sang paman tegas. Dengan singkat dan hati-hati, Irwan pun menceritakan apa yang dialaminya.
Sang paman hanya diam dan sesekali menghembuskan asap rokok yang
dihisapnya ke udara. Keheningan langsung menyungkupi ruang tamu rumah sang
paman … dan tak lama kemudian, terdengar suara sang paman; “Apakah engkau masih mendirikan shalat dengan tertib?”
“Insya Allah masih paman,” jawab Irwan.
“Baik … jangan sekali-kali engkau meninggalkan shalat,” lanjut sang paman.
Irwan hanya mengangguk. Dan kembali sang paman bertanya; “Apakah engkau
benar-benar akan menjadikan Laila sebagai istrimu?”
“Benar paman,” jawab Irwan mantap.
“Berjanjilah kepada Allah, jangan kepadaku. Semoga Allah berkenan
mempersatukan cinta kalian,” imbuh sang paman.
“Dimulai hari Senin, usai mendirikan shalat hajat dua rakaat, bacalah mantra
ini sebanyak 303 kali dan lakukan selama tujuh malam berturut-turut. Selanjutnya,
tiap usai mendirikan shalat fardhu, bacalah mantranya sebanyak tujuh belas kali
sambil tahan napas dan membayangkan wajahnya. Lakukan semuanya dengan penuh
kesungguhan,” papar sang paman panjang lebar.

Irwan hanya diam dan mencatat apa-apa yang diucapkan oleh pamannya. Sementara,
mantra yang harus dibaca adalah sebagai berikut;
selusuh selasih, tebu salak tumbuh di luwah
bersalah engkau kasih,
berdosa aku engkau sembah, berkat aku memakai;
pengasih Allah, pengasih Muhammad,
pengasih Bagindo Rasulullah,
berkat lailla hailallah



Karena liburan yang cukup panjang, maka, malam itu, kebetulan malam Senin,
Irwan pun langsung menjalankan apa yang diajarkan oleh paman Herman. Hari
terus berganti, pada hari Jumat, minggu berikutnya, pagi-pagi sekali, hp miliknya
tiba-tiba berdering. Irwan agak terkejut, di layar terpampang nama Laila. Laila
yang meneleponnya. Dan dengan harap-harap cemas, Irwan segara mengangkat
sambil langsung mengucap salam;



“Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam,” terdengar jawaban Laila dari seberang sana,lembut, “Bang,
maafkan Lail ya … dan kapan Abang balik ke Jakarta?”
“Mungkin beberapa hari lagi menjelang kuliah Lail,” jawab Irwan dengan hati penuh
rasa gembira.
“Oh … salam buat semua keluarga di kampung ya Bang. I miss You,” jawab Laila
terdengar dengan nada penuh rasa cinta.
“Insya Allah akan abang sampaikan.
I miss You to,” jawab Irwan juga dengan penuh rasa cinta sambil terus melakukan
sujud syukur. Sekembalinya di Jakarta, boleh dikata, di mana ada Irwan pasti ada Laila. Keduanya
terus saja merajut tali kasih sambil menimba ilmu guna mencapai cita-cita masing-masing.

Minggu, 28 Juli 2013

Misteri Penghuni Lubang Kampung Tenggelam

Kali ini saya akan membagi kepada para readers penikmat misteri tentang fenomena yang terjadi di sebuah Danau di tanah Indonesia Timur. Meskipun cerita ini mungkin sudah banyak readers baca atau dengar, tapi bagi saya hal ini merupakan salah satu fenomena yang membingungkan dan masih belum dapat dijelaskan. Singkat saja, Danau Tolire merupakan salah satu tempat misterius yang akan saya bahas kali ini. Dari kepercayaan warga berdasarkan cerita turun temurun, dan telah dibuktikan oleh orang-orang pernah mengunjunginya, benda yang dilempar ke danau tidak akan pernah menyentuh permukaan air danau. Diduga karena tertahan oleh kekuatan gaib dari dasar danau. Kekuatan gaib itu diyakini datang dari buaya siluman yang ada di danau itu.

Danau Tolire

Misteri kali ini berasal dari sebuah kota kecil yang berada di bagian timur Indonesia. Yaitu Ibukota Provinsi Maluku Utara, Ternate. Sebagai salah satu kota di Indonesia yang sarat dengan legenda, Ternate memang banyak keunikannya tersendiri. Salah satu keunikan yang tercipta di alam Ternate yakni Danau Tolire yang biasa disebut Tolire Gam Jaha yang berarti lubang kampung tenggelam. Berwisata di kota Ternate memang belum lengkap kalau tidak menyinggahi kawasan wisata alam tersebut.Panorama indah yang tersaji di kawasan membuat danau ini menjadi salah satu jualan wisata di kota Ternate yang banyak dikunjungi wisatawan.
Hamparan pepohonan kelapa yang terdapat di sisi kiri danau.
Di depan, gunung Gamalama berdiri dengan kokohnya, sementara di sisi kanan hamparan tanaman jati emas dan pepohonan Jambulang (buah khas Ternate) di depannya. Disisi barat, atau di belakang saat menghadap danau, deretan pohon kelapa dan luasnya laut dan sunset (kala sore hari) jadi pemandangan indah tersendiri.
Tapi, kadang, wisatawan yang datang ke Tolire, bukan karena ingin menikmati pemandangan indah tersebut. Mereka umumnya datang untuk menikmati sejuta misteri yang tersimpan di danau tersebut.
Disebut Gam Jaha, karena konon menurut legenda, danau tersebut pada ratusan tahun lalu sebelum berdiri kerajaan Ternate, danau tersebut adalah sebuah perkampungan.

Asal Usul Buaya Putih Penghuni Danau

Dari cerita warga setempat yang masih dipercaya hingga saat ini, kampung yang masyarakatnya hidup sejahtera itu dikutuk dan ditenggelamkan menjadi danau penguasa alam semesta karena salah seorang ayah di kampung itu menghamili anak gadisnya sendiri. Saat ayah dan anak gadisnya yang dihamilinya itu akan melarikan diri ke luar kampung, tiba-tiba tanah tempat mereka berdiri anjlok dan berubah menjadi danau.

Tolire sendiri tepat berada di bawah kaki Gunung Gamalama. Di sisi kanan danau, tak jauh di bagian selatan terdapat sebuah danau kecil yang diberi nama Tolire kecil (ici). Jarak antar keduanya hanya sekitar 200 meter. Dari kedua danau ini, yang sering dikunjungi adalah Tolire Besar (lamo). Tolire yang besar mencerminkan figur ayah dan Tolire kecil mencerminkan putri nya.

Danau yang memiliki keunikan adalah Danau Tolire Besar. Danau ini menyerupai loyang raksasa. Dari pinggir atas hingga ke permukan air danau, dalamnya sekitar 50 meter, luasnya sekitar lima hektar.

Danau Tolire Besar ini berair tawar dan terdapat banyak ikan, namun masyarakat setempat tidak ada yang berani menangkap ikan atau mandi di danau itu, karena mereka meyakini bahwa danau yang airnya berwarna coklat kekuning-kuningan itu, dihuni oleh banyak buaya siluman. Buaya-buaya siluman ini sering terlihat berenang di tengah danau. Warnanya putih dan panjangnya sekitar 10 meter.

Tidak semua orang bisa melihat buaya siluman itu, hanya mereka yang beruntung yang bisa. Menurut masyarakat setempat, kalau berhati bersih baru berpeluang melihat buaya siluman di danau itu.
Ada cerita juga, dulu ada seorang wisatawan asing yang tidak percaya bahwa di danau itu ada buaya siluman. Wisatawan itu turun mandi ke danau tersebut dan setelah berenang beberapa menit, ia menghilang. Diduga wisatawan itu dimangsa oleh buaya siluman. Misteri lainnya yang belum terkuak yakni soal kedalaman danau tersebut yang konon tidak berbatas. Memang sampai saat ini tidak ada tinjauan secara ilmiah tentang dalamnya danau Tolire. Dari cerita warga setempat, kedalaman danau tolire berkilo-kilo meter dan berhubungan langsung dengan laut. Pernah ada yang mencoba mengukur tapi tidak berhasil mencapai dasarnya.

Fenomena Melempar Batu ke Dasar Danau

Namanya legenda, tentunya menyimpan sejuta misteri. Keunikan dan misteri dari danau ini selain keindahan panoramanya adalah kalau melempar sesuatu ke danau. Dari kepercayaan warga berdasarkan cerita turun temurun, benda yang dilempar ke danau tidak akan pernah menyentuh permukaan air danau karena tertahan oleh kekuatan gaib dari dasar danau. Kekuatan gaib itu diyakini datang dari buaya siluman yang ada di danau itu.
Betapa kuatnya melempar menggunakan batu atau benda lainnya, tidak akan pernah mencapai air danau yang letaknya kurang lebih setinggi 50 meter dibawah tempat berdiri. Padahal saat melempar dari pinggir atas danau, air danau terlihat berada di bawah kaki si pelempar.

Bagi yang pertama berkunjung ke danau itu, pasti tidak akan percaya dan menganggap itu mustahil. Mereka lalu mencoba melempar setelah membeli batu yang banyak dijual di pinggir danau seharga Rp 2.000,- (dua ribu rupiah) untuk 5(lima) biji batu.
Setelah itu, bisa dipastikan mereka dibuat terkejut karena tak seorang pun yang lemparannya bisa menyentuh permukaan air danau.

Seperti ada daya gravitasi yang sangat kuat yang berasal dari dasar danau. Yang mengakibatkan apapun yang dilempar di danau, tidak akan membuat air di permukaan danau bergaming sedikitpun. Entah kenapa tiba-tiba saja benda yang dilempar ke danau tiba-tiba lenyap secara misterius.

Sejauh ini belum ada instansi atau pihak tertentu yang melakukan penyelidikan secara khusus atas kebenaran pengakuan masyarakat itu, namun beberapa waktu lalu ada seorang anggota Brimob menggunakan sonar untuk mendeteksi benda-benda yang ada di dasar danau. Dari sonar itu tertangkap adanya benda-benda logam di dasar danau. Kalau dikaitkan, benda-benda logam itu mungkin harta masyarakat Ternate dulu, yang dibuang ke danau saat Portugis menjajah Ternate.

Penduduk setempat yakin di Tolire Besar banyak menyimpan harta karun milik Kesultanan Ternate yang disembunyikan ketika Portugis menjajah Ternate pada abad ke-15. Masyarakat Ternate saat itu banyak membuang (ke danau) harta berharganya, agar tak dirampas.

Meski cerita ini sering dianggap hanya sebagai legenda yang sulit diterima di zaman modern sekarang ini, tetapi bagi warga Ternate terutama para orang tua, sangat mempercayainya. Cerita ini akan terus lestari di hati masyarakat Ternate sampai akhir zaman.
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti dan jelas, apa yang menyebabkan benda-benda yang dilempar ke danau menghilang secara misterius.

Jumat, 26 Juli 2013

Setan yang menyamar jadi Kakak

Pada saat itu aku sedang bermain di rumah saudaraku bersama kakak keduaku. Selesai bermain di rumah saudaraku, kakak kedua ku sedang ngirim sms ke kakak pertamaku untuk meminta jemput. Namun, di kata kakak pertamaku "ya sebentar nyelesain setrikaan dlu". Lantas aku & kakak keduaku tenang" saja, kami (aku,kakak keduaku,saudaraku) berbincang-bincang.

Aku pergi ke toilet untuk membasuh kaki, namun kata saudaraku kakakku sudah ada didepan dan minta untuk dibukakan pintu (lewat sms). Tapi saat saudaraku membuka pintu tdk ada siapa", dan aku mendengar pembicaraan itu namun aku diamkan saja (karena biasanya kakak aku itu ska bercnda). Tapi tdak lama kemudian aku melihat kakak aku lewat di dpan kmar mandi tapi aku hanya melhat kakinya saja. Tanpa pkir panjang aku segera keluar dari kamar mandi untk mencri kakakku.

Saat aku tanya sama saudaraku & kakak kedua ku mereka bilang "mbk tya (samaran) belum jemput". Aku diam sejenak lalu yg aku lihat itu kaki siapa?.

Dan kakak pertamaku datang langsung aku tanya sama dia. Kk = kakakku Ak = aku
Kk : "assalamualaikum"
Ak : "mbk tadi aku liat mbk didepan pintu kamar mandi loh"
Kk : "mbk tadi itu bohongin kalian, tadi kakak ada di dpan kamar kok lagi setrika"
Ak : "tapi aku beneran liat mbk tadi"
Kk : "salah lihat mungkin kamu".

Tapi bkan hanya itu yg aku alami. Pernah pada saat malam aku bgun buat sholat malam. Tanpa pkir pnjang aku langsung ambil air wudlu & langsung menyalakan lampu. Rakaat pertama lancar tapi, pda saat aku ambil rakaat kedua kayak ada orang yg lewat dg langkah kaki yg keras, dan serasa ada yg menarik kursi di meja makan. Selesai aq sholat aku melihat tdak ada siapa". Entah siapa yg kulihat itu tapi, yg kudengar bkan hanya aku yg melihat kembaran kakak ku itu. Saudara laki"ku, kakak keduaku, & suami kakak ku jga pernah di temuinya.

Maaf guys jika cerita ini agak gk nyambung & tulisanku berantakan. Tapi ini memang pengalaman yg tdk akan aku lupakan. Makasih buat admin & yg udah baca jga. Wassalamualaikum

Rabu, 24 Juli 2013

TANGAN YANG MENGEJARKU

Waktu itu saya masih berusia 4 tahun, saya ingat ini terjadi setelah hari raya. Saya pulang mudik, karena perjalanan sangat jauh (Kira kira 8 jam) Saat sampai rumah saya langsung tertidur pulas. Saat saya enak enaknya tidur pulas, saya langsung bangun karena mau pipis. Di dekat kamar mandi ada sebuah gudang, anehnya gudang itu terbuka. Padahal biasanya dikunci oleh ortuku

Kembali ke TKP, setelah saya buang air (Waktu itu saya sudah berani pipis tanpa dianterin Ortu), saya menuju kamar. Dan saya melewati gudang yang saya bicarakan tadi. Dan saya juga heran kenapa pintu gudang itu dibuka?(Maklum msh kecil jadi gampang curiga) Saat saya terheran heran, tiba tiba muncul sebuah tangan yang besarnya kira kira 2x Tangan orang dewasa dan berkuku sangat panjang, dan samar samar saya mendengar suara “Kemarilah, nak”

Saya langsung terpaku dan diam, waktu itu saya mau lari tapi gak bisa kayak di tahan kakinya. Langsung tangan itu menuju saya secara perlahan….semakin mendekat…. Dan baru waktu itu saya bisa lari ke kamar sambil baca bismilah (Umur 4th saya blm apal al fatihah) Barulah Tangan tersebut hilang…. Esoknya dikamar aku menceritakan kejadian tersebut pada ibu… Namun ibu saya cuma diam saja…

Itulah cerita seram saya, saya masih ingat walau udh 19th yang lalu. maaf kalo gak serem dan penulisan yg acak acakan. Mohon Comment dgn sopan

Senin, 22 Juli 2013

Cerita Rumah Berhantu

Desember 2004, ini adalah tahun terburuk dalam kehidupanku. Rumah yang sudah bertahun-tahun kami huni harus kami tinggalkan untuk biaya pengobatan ayahku. Akhirnya kami pindah ke sebuah rumah kontrakan yang sederhana.

Seram…sunyi dan membuat bulu kudukku berdiri ketika pertama kali aku melihat…

rumah itu.apalagi ditambah pohon lengkeng yang lebat menambah angkernya rumah itu. “Hah…malam kali ya belum dipasang lampu.”, begitu kataku dalam hati. Apalagi ketika aku memasuki rumah, “rumah yang sangat seram”, dan aku merasakan sangat tidak nyaman ketika berada disana. “Ayo ma kita pulang, besok baru kita kesini lagi” kataku. Ketika aku akan mengunci pintu rumah, aku merasa seperti ada seseorang yang mengawasiku. Ku rasakan bulu tangan ku berdiri semua, seperti ada seseorang yang menyentuh tanganku dingiiin sekali, lama aku memandang rumah itu sebelum aku pulang,. “ma kenapa sih harus rumah yang itu?! Apa ga ada lagi rumah yang lebih bagus?” kataku menggerutu. “Gimana lagi rumah nya sudah dibayar lunas, barang-barang juga sudah dipindahkan” kata mamaku. “iya tapi rumah itu ngeri!!!” kataku dengan setengah berteriak.”udah udah gak usah ribut, beresin aja baju kamu sana!!” kata mamaku.

Ya, kami memang menumpang tinggal sementara di rumah tanteku sebelum kami mendapat kontrakan. Siang itu akhirnya kami semua pindah ke rumah kontrakan kami yang baru, bau apek yang sangat menyengat seperti rumah yang sudah bertahun-tahun tidak berpenghuni. “ih… bau, bau apa sih ini?” “iya bau!!!” kata adik-adikku. Aku cuma bisa terdiam “yah mau apa lagi, kami memang harus tinggal disini”, batinku.

Satu bulan sudah aku disini. Tapi rasa takut ku belum juga hilang, seolah ada yang terus mengawasiku di rumah ini. Tapi aku tudak tahu itu siapa, aku hanya bisa merasakan tanpa bisa melihatnya. “Ty…ty…”, kata papa ku memanggilku. “Tolong pijitin papa”, katanya lagi. Kemudian aku terbangun, ketika itu waktu menunjukkan pukul satu. Ya papa ku memang sudah lama sakit, dan hampir setiap malam kami anak-anaknya bergantian untuk memijit papa. Dan hari ini adalah giliranku untuk memijitnya, waktu menunjukkan pukul 2 ketika aku baru saja selesai memijit papaku.

Aku kembali ke kamar untuk tidur, ketika aku berjalan ke kamar. Aku merasa seseorang mengikutiku dari belakang. Kupalingkan wajahku kebelakang, tapi tidak ada siapa-siapa. Cepat-cepat aku berlari ke kamar, kunyalakan lampu kamarku. Tapi tiba-tiba “tuk!!!”, lampu di kamarku putus dan tidak bisa menyala. Jantungku semakin berdetak kencang, keringat dingin mengalir di dahiku dan aku merasa tiupan angin meniup telingaku. Cepat-cepat aku memejamkan mata, aku ingin hari segera pagi.

“Krek…krekkk…”, jantungku semakin bertedetak lebih kencang, aku merasa ada seseorang yang merangkak naik ke atas kasurku. Aku takut, tapi aku merasa penasaran. Aku lalu membuka mataku perlahan, tapi….tapi…!!!. Aku tercengang tak percaya dengan apa yang kulihat. Aku ingin berteriak dan berlari, tapi lidah dan kakiku terasa kaku dan tidak bisa bergerak. Sesosok wanita berambut panjang berbaju putih berjalan menggeret kakinya. Kuku-kuku yang panjang dan hitam menyentuh kakiku, tangan itu dingiiiiinnn sekaliiii…!!!, dan merangkak naik ke atas kasurku. Aku hanya bisa memejamkan mata dan membaca ayat-ayat yang kutahu dalam hati. Pikiran ku kosong, hanya ayat-ayat alqur’an yang mengisi kepalaku. Perlahan aku merasakan sentuhan tangan itu menjauh dari ku. Aku lalu membuka mata dengan perlahan, dan aku tidak bisa memejamkan mata sampai adzan subuh berkomandang.

Sabtu, 20 Juli 2013

USILNYA PENUNGGU RUMPUN BAMBU

Tahun 1989 kejadiannya, saat itu kalau tidak salah dengar ini kejadian dialami kelompok ronda malam jumat. Yah waktu itu memang wilayah ronda masih luas (dulu 1 RT, sekarang menjadi 2 RT), jadi bisa dibayangkan perlu waktu yang cukup lama untuk keliling 1 RT. Pak ashury waktu itu juga mendengarnya saat itu mendengarnya dari Pak Damar, saat pertemuan RT. Kebetulan Pak Damar dapat ronda bersama 5 warga pada hari Malam Jumat, saat kejadian.

Sekedar info saja, tempat RT kami tinggal dulu masih sepi seperti daerah-daerah dipinggiran kota pada umumnya, baru setelah tahun 2000, perkembangannya dari daerah sepi menjadi daerah ramai, sampai sekarang pun masih berproses menjadi ramai, dimana sawah-sawah sudah banyak yang dijual lalu didirikan bangunan rumah…hu..hu..sedih juga.

Oke kembali ke cerita, karena masih sepi jadi masih banyak kebun kosong atau lahan kosong yang tidak berpenghuni, di mana banyak ditumbuhi pohon-pohon besar, baik pohon berbuah dan tidak berbuah, dan juga masih banyak rumpun bambu yang tumbuh menjulang tinggi (kalau sekarang kayaknya tinggal sedikit). Listrik sudah ada, tapi lampu penerangan jalan tidak seterang sekarang, waktu itu hanya mengandalkan kebaikan pemilik rumah yang di pasang di depan halaman rumah dekat pagar berbatasan dengan jalan, ada yang pakai neon 10 watt dan lampu bolam 15 watt, tapi yang pasti hanya cukup untuk menerangi jalan di depan rumah tersebut. Juga jarak antara rumah yang satu dengan yang lain tidak serapat sekarang, kalaupun ada rumah, depan dan samping kiri dan kanan belum tentu ada rumah lagi..jadi masih banyak tanah yang kosong yang dipenuhi pohon-pohon yang rimbun dan rumpun bambu.

Rute jalan untuk ronda juga macam-macam, ada yang sudah beraspal dan jalan tanah (penulis masih ingat jalan depan rumah masih jalan tanah waktu itu, kalau sekarang sudah jalan konblok ). Dan waktu itu untuk keliling kampong dilakukan sampai dua kali, dan waktu mulai rondanya sekitar jam 10 an malam – sampai jam 3 an (bahkan lebih tergantung kesepakatan tim ronda waktu itu). Saat itu juga ada semacam jimpitan, tapi jimpitannya berupa beras secukupnya.

Nah saat itu tim ronda berkeliling kampong pertama kalinya mulai jam 10 an malam, sambil ambil beras dari setiap rumah. Setelah selesai kembali ke pos ronda lagi, sambil mengumpulkan beras-beras itu menjadi satu, karena terkadang biar agak cepat ambilnya, dibagi 2 kelompok, karena ada juga rumah yang agak masuk ke dalam gang jadi biar lebih cepat dan semuanya beras bisa diambil, tak lupa senter harus ada, karena memang cukup gelap saat itu.

Yang kedua kalinya sekitar jam 1 an, saat itu mereka agak santai, karena tidak dibebani lagi ambil beras jimpitan. Sambil bercakap-cakap sambil memantau keamanan jalan dan rumah-rumah warga, tak terasa mereka sudah hampir sampai di dekat rumah Pak Ashury. Kondisi sekitar rumah beliau waktu itu sudah dikatakan cukup banyak rumah-rumah pendatang yang baru, ada 2 rumah sebelum Rumah pak Ashury, tapi masih belum secara tetap ditempati, jadi tidak selalu ada penghuninya. Waktu itu di halaman rumah dan di depan serta disamping rumah ada beberapa rumpun bambu yang tumbuh, jadi menambah suramnya malam itu, penerangan lampu hanya neon 10 watt.

Tiba-tiba, dari kejauhan mereka melihat ada 1 bambu yang mentiung atau seperti rebah dekat tembok samping rumah Pak Ashury. Pak Damar berserta yang lainnya melihat, lalu semua terdiam, awalnya mereka curiga, kalau ada orang yang berniat untuk mencuri di tempat Pak Ashury. Gerakan satu batang bambu itu berulang-ulang mereka lihat, seperti rebah lalu berdiri lagi, sampai tiga kali.

Lalu dengan pelan-pelan berjalan, berhenti sebentar, mengamati gerakan satu bambu tersebut mereka mendekati kearah rumpun bambu yang dekat rumah Pak Ashury tersebut, sengaja senter dimatikan dan meyiapkan tongkat kayu atau apa pun yang bisa mereka ambil disekitarnya untuk senjata atau alat pertahanan diri, kalau ada maling, kemudian berjalan pelan, berhenti, berjalan pelan sampai akhirnya sampailah mereka di Rumpun bambu itu. Posisi saat itu satu batang pohon bambu itu rebah, tapi anehnya tidak patah. Lalu mereka mencek sekeliling rumah Pak Ashury, tetapi sampai sekitar 5 menit mereka mencari-cari, hasilnya tidak ada sesuatupun yang mencurigakan. Aneh pikir mereka, karena batang bambu tersebut bergerak-gerak seperti rebah, berdiri lagi sampai tiga kali, seperti ada yang menarik batangnya atau menaikinya.

Akhirnya, setelah tidak ada lagi yang bisa dilakukan, selanjutnya mereka akan meneruskan keliling lagi. Belum ada beberapa langkah dari rumpun bambu itu, tiba-tiba

“Kriettttttt…brrrrrrrrrshhhhhbrrrrrrr”

Satu batang bambu yang tadinya dalam kondisi rebah berdiri secara pelan-pelan dan sekumpulan batang dari rumpun bambu itu bergetar keras seperti ada yang mengoncangkan.

Keenam orang itu yang menyaksikan kejadian aneh itu, terpana….. dan tanpa dikomando, larilah mereka terbirit-birit, kaget dan ketakutan menjadi satu….dan tak terasa mereka sudah berlarian kencang hampir 500 meter jauhnya dan kecapekanlah dan kehabisan napas. Sambil ngos-ngosan mereka berisitrahat, bahkan merebahkan tubuhnya di jalan dan akhirnya setelah sudah tenang. Kembalilah mereka ke pos Ronda, di sana mereka pun ramai membicarakan kejadian yang baru mereka alami. Sedang apes mereka karena dikerjain penunggu rumpun bambu.

Demikianlah ceritaku, terima kasih , dan semoga terhibur.

Kamis, 18 Juli 2013

TEROR MALAM JUMAT

Jam dinding berbunyi menunjuk 08:23 malam.
kamis-22-2012.
Malam ini sepi tanpa suara tawa yang ingin ku dengar.
hUjan malam ini menyisahkan rintik yang sepenuhnya belum berakhir.
Suara musik dari tv sengaja ku kecilkan takut mengganggu tetangga sebelah yang cerewet.

aku minum lagi kopi di gelasku,
Siaran tv yang membosankan dan tak menarik.
orang tuaku sedang sibuk perang di kantor,benar-benar membuatku tak bersemangat menunggu mereka adalah hal paling menyebalkan
terpaksa aku sendiri di rumah memandang langit kosong,
Semuanya membuatku tak berselera untuk beraktivitas

Sebuah suara orang bernyanyi dari arah gudang di ruang atas.
suaranya pelan .parau dan serak,tapi terdengar jelas.

"Lingsir wengi sliramu .....

tumeking sirno.....

Ojo tangi nggonmu guling....

awas jo ngetoro aku lagi bang wingo...

wingojin setan kang tak utusi dadyo...

sebarang Wojo lelayu sebet...."

suara nyanyi dengan nada pelan seperti sinden.tapi sangat lembut .
aku meraih senter di atas meja tv.
berjalan menyusuri tangga dan aku telah berdiri di depan gudang asal sumber suara.

gudang ini adalah barang penyimpanan barang rongsokan yang masih layak pakai,sudah lama tidak ada yang mau membersihkannya.sehingga jaring laba_laba dan debunya dapat membuat flu mendadak.

aku menempelkan kupingku ke pintu,dan menutup mata mencoba merasakan suara dari dalamnya.

suara nyanyinya makin jelas terdengar.

"Lingsir wengi sliramu .....

tumeking sirno.....

Ojo tangi nggonmu guling....

awas jo ngetoro aku lagi bang wingo...

wingojin setan kang tak utusi dadyo...

sebarang Wojo lelayu sebet...."

suara yang sepertinya pernah ku dengar di sebuah film,tapi entah dimana sungguh aku ingat,
sepertinya seorang wanita,mungkin 20 tahun ke atas,karna suaranya lembut sekali meski pelan. dan saat mendengarnya aku seperti terhipnotis untuk bernyanyi mengikutinya,dan tubuhku bergerak mulai menari dengan sendirinya.
Aku tersadar saat dari arah ruang bawah suara orang memanggil namaku

Di ikuti nyanyian yang hilang sekejap .dan Itu seperti ayahku dan ibuku yang baru pulang dari kantor,

aku berlari menuruni tangga dan membuka pintu.

Aku terdiam sejenak,orang tua yang ingin ku lihat tak ada .."lalu siapa yang memanggilku!!"
Aku hendak menutup pintu namun sebuah foto ,dan kado kotak biru di hiasi pita di lantai menarik perhatianku

Aku membungkuk meraihnya.
pada saat aku mengangkat kepalaku,
sesosok wajah muncul dengan wajah kebawah seperti merangkak di atas pintu ,
aku mencoba menarik napas dan ku paksakan melihat sosok itu.
namun sosok itu tak ada.

"mungkin itu hanya halusinasiku,pikirku memungut foto dan kado sambil menutup pintu dan kembali ke dalam".

Aku merebahkan diriku di sofa dan melihat foto di tanganku.

Aku membolak_balikannya karna tak ada gambar,hanya gambar putih kosong.aku mngambil kaca pembesar dan aku dapat melihat sebuah bayangan wanita sedang menggendong anaknya meski tak nampak jelas karna cahaya.
aku tersentak melempar foto itu saat dengan jelas ku lihat darah menyembur dari matanya di ikuti tawanya .aku mengucek mata memastikan ini tidak nyata.

Aku meraih kado dan menemukan beberapa barang.
silet,gunting,sebuah bunga mawar merah dan sebuah kertas dengan tulisan yang tak karuan.

"A..KU... DAT..ANG ME..NJE..MPUTMU ANAK..KU.... "

*WASTI".

"siapa wasti,namanya terasa asing bagiku,tapi foto ini sepertinya pernah ku lihat tapi entah dimna?"

Aku meringis tersentak kaget saat duri mawar menusuk jariku.
Darah menetes kencang
Aku berlari ke kamar mandi dan mencuci darah tanganku, belum sempat ku nyalakan kran air.
terdengar nyanyian dari dalam pintu wc yang terletak beberapa meter dariku.

aku mengangkat wajahku panik setengah mati. saat wajahku berubah jadi seorang wanita lain saat ku melihat cermin.aku melihat lagi untuk memastikan ternyata bayangan itu hilang.

aku berjalan perlahan mendengarkan kembali suara nyanyian yang kadang meninggi dan perlahan kembali dari dalam wc.

Suaranya persis sinden..lembut dan serak membuatku terhipnotis untuk mengikuti lagu itu dan kepalaku terasa berat.

Tanganku bergerak sendiri menari_nari bergerak kesana sini tanpa sebab.

Sampai suara itu berhenti dan menghilang.
Kaki ku rasanya sakit sekali.entah sudah berapa jam aku menari dengan lagu itu,yang membuatku tak bisa berhenti untuk menari karna di ulang terus menerus.

Aku berjalan pelan luka di tanganku hilang.
Foto,silet dan selembar kertas serta gunting , bunga mawar masih berserakan di atas sofa.
Tapi di sengaja atau tidak gelas yang sebelumnyaa di atas meja jatuh berantakan di atas lantai.
Yang jelas aku tak ingat menjatuhkannya,lalu siapa?

Aku duduk lemas dan meraih serta menyalahkn laptop di atas meja kerjaku

Ku mencari artikel mengenai lagu yang membuatku tak sadar untuk menari.

beberapa saat lagu yang ku maksud berhasil ku dapat

"Lingsir wengi sliramu .....

tumeking sirno.....

Ojo tangi nggonmu guling....

awas jo ngetoro aku lagi bang wingo...

wingojin setan kang tak utusi dadyo...

sebarang Wojo lelayu sebet...."

aku kaget sekali melihat apa yang tertera di layar.

"ini bukannya lagu pemanggil setan!! lalu siapa yang menyanyikannya dari gudang dan juga wc?

belum habis rasa penasaranku.
lagu itu terdengar dari balik sofa,
aku bisa merasakan dingin yang tiba_tiba menusuk merasuk ku hebat.aku tak bisa berkata selain merasakan setiap detik yang terjadi padaku.aku seperti membeku.

aku bangkit berdiri menari serta bernyanyi dengan sendirinya.sungguh di luar kehendak dan nalarku.

sesosok wanita tiba-tiba muncul berlahan_lahan dari balik sofa dengan tubuh bergetar,rambutnya lurus sampai pinggang,matanya melotot keluar,dari mulutnya darah menetes dan aroma bau busuk mulai mengusik pikiranku.

Sebuah tangan menjalar dari kaki perlahan-lahan merambat di seluruh tubuhku.
aku bisa merasakan nafasnya berhembus di kupingku..sentuhan dingin itu

Kaki ku terasa berat,jantungku memompa semakin kencang.
lampu mulai berkelap kelip tak menentu.di ikuti lagu yang inginku hentikann secepat mungkin.

"Lingsir wengi sliramu .....

tumeking sirno.....

Ojo tangi nggonmu guling....

awas jo ngetoro aku lagi bang wingo...

wingojin setan kang tak utusi dadyo...

sebarang Wojo lelayu sebet...."

ia bernyanyi membuat
Mataku berkunang-kunang dan tubuhku terasa berat untuk bergerak.

Aku tak ingat apa _apa lagi selain terbangun dengan tubuh kedinginan di lantai.di ikuti kepalaku yangg pusing dan berat.

Ayah dan ibuku sedang duduk di dekat tv.tertawa dan bercanda ria.entah sejak kapan mereka datang,

Aku mendekati dan bertanya tentang apa yang baru saja ku alami.

Tapi mereka terlihat aneh.atau mungkin aku yang aneh??

Mereka tersenyum dengan tanpa ekspresi.seperti mengangap aku tak ada,menyapaku pun tidak.
mereka menatap dengan tatapan kosong,ibuku mengalihkan pandangan dan berlalu ke belakang.

Ayahku menatapku dan bercerita dengan keringat mengalir di tubuhnya.
"apa kamu yakin dengan apa yang kamu lihat,mungkin itu arwah wasti. kejadiannya 25 tahun yang lalu.dia seorang sinden,cantik dan lembut tutur katanya.aku jatuh cinta padanya dan itu terjadi sebelum aku mengenal ibumu sekarang.tahukah kamu siapa ibumu yang sebenarnya.dia adalah wasti.bukan ibumu yang sekarang,dia adalah iblis dia telah membunuh wasti dan memutilasinya,aku hanya membantunya karna waktu itu aku tak tahuu lagi harus bagaimana,tubuhnya di potong dengan di silet dan di gunting lalu di buang..tubuhnya bersemayam di gudang itu dalam sebuah peti oleh formalin..ak... ,? ayahku berhenti,tidak melanjutkan ceritanya"

sebuah telpon mengalihkan ceritanya.
aku bangkit mengangkat telepon.

"halo dengan siapa saya bicara?kataku".

Aku terdiam terpaku,sebuah hal yang tak mungkin,aku disuruh ke rumah sakit karna orang tuaku mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.
aku langsung melihat ayah yang sedang duduk di sofa,tidak ada apapun selain silet,gunting,kertas dan kotak merah yang memang berantakan.
lalu siapa yang berbicara denganku barusan?

Aku makin takut menjatuhkan gagang teleponku saat suara nyanyian yang tak asing ku dengar menggema di belakangku,

"Lingsir wengi sliramu .....

tumeking sirno.....

Ojo tangi nggonmu guling....

awas jo ngetoro aku lagi bang wingo...

wingojin setan kang tak utusi dadyo...

sebarang Wojo lelayu sebet...."

wanita yang ku lihat di foto,sama seperti yang di ceritakan ayahku barusan. "Wasti?....ibuku..." sedang
bernyanyi dengan merdunya,perlahan_lahan memaksaku. perlahan menggerakan tubuhku,
logika ku berpikir dan sebisa mungkin untuk bertahan,
wanita itu makin bernyanyi kencang,air mataku serasa berubah jadi darah dengan urat wajah yang keluar.
membuat seluruh tubuhku lemah tak berdaya,silet dan gunting melayang dengan sendirinya.

silet menyayat-nyayat tanganku dengan cepatnya,gunting menusuk pahaku beberapa kali.rasa ngilu yang teramat sangat menjalar dan darah mengalir membasahi lantai dari tubuh.aku seperti boneka.
kesadaranku masih pulih,
aku berlari menyeret kaki ku pelan.berlari meraih korek dan membakar foto di meja,serta kertas dan kado.
sang wanita yang bernama wasti,yang tak lain ternyata ibuku,melotot dan berteriak hilang di gelap malam.

aku terjatuh menahan tubuhku yang tersayat perih.dan pandanganku hilang

aku mnghadiri pemakaman orang tuaku dan berlalu dengan borgol di tanganku.aku menjadi saksi atas meninggalnya orang tuaku.

Orang-orang mengiraku gila dan memasukanku ke rumah sakit jiwa karna tuduhan kematian orang tuaku terhadapku,
namun ku di bebaskan setelah apa yang ku ceritakan benar adanya.
di sebuah peti pakaian di gudang ,tubuh wasti tertumpuk.telah mngeras bagai kayu oleh karna formalin.

yang ku tahu sampai aku menyelesaikan kisah ini.aku masih hidup setelah malam penuh teror yang membuatku hampir gila.

tamat

Senin, 15 Juli 2013

RAMALAN BERDASAR GOLONGAN DARAH

Gologan darah A  
Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.

Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.
Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.


Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.
Mereke bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.


Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber'temperamen' sama.


Gologan darah B
 
Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.

Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.


Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.


Gologan darah O
 
Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.

Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.


Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, "loved by all". Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.
Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.


Gologan darah AB
 
Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.


Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.


Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.

Sabtu, 13 Juli 2013

HANTU PEMILIK TOKO

Kejadian ini terjadi  kira-kira 5  tahun yang lalu, di boston  persisnya aku lupa bulan dan tanggalnya, ketika itu musim  panas dan  matahari bersinar begitu teriknya.
Dan saat itu aku  masih study di salah satu universitas swasta  di boston.  Walaupun aku bisa sekolah di boston sebenarnya bukan karena pretasi ataupun karena aku kaya, tapi karena aku terlalu keras kepala dan terlalu memaksakan kehendakku sampe-sampe orang tuaku menjual  tanah warisan untuk bisa membiayaiku kuliah disana. Maklum ortuku hanya seorang PNS.
ketika itu aku lagi ada masalah, yah.. biasalah masalah anak kost sama seperti anak kost di indonesia , apalagi kalau bukan soal duit, kali ini orangtuaku ngga bisa ngirimin duit tepat waktu. Uang kiriman yang biasanya selalu aku terima awal bulan, kini baru bisa dikirim pertengahan bulan depan.
Maklum adikku sebentar lagi akan melanjutkan ke perguruan tinggi, dan membutuhkan tidak sedikit biaya.  Terpaksa orang tuaku minta pengiriman uang sakuku di pending sampe pertengahan bulan.  Sekalian menyuruhku untuk berusaha meminjam dari teman-teman .
Tapi aku orangnya agak gengsian, lebih baikaku kelaparan daripada jatuh harga diriku Cuma karena minjem duit. Ketauaan banget kan kerenya…  setelah aku pikir-pikir lebih baik aku mencoba mencari pekerjaan paruh waktu yang biasanya dilakoni anak sekolah di sini.  Itung-itung lumayan buat nambah-nambah uang saku.
Tapi usahaku ini tidak semudah yang aku bayangkan, tidak ada satupun perusahaan yang mau menerimaku, macem- macem dech alasannya, ada yg bilang  sudah mendapatkan tenaga yg dibutuhkan lah.. ga ada lowongan lah.. ga nerima orang yg ga punya pengalaman sama sekali lah.. dan segudang alasan yg kayaknya dibuat-buat.
Emang sih kalo musim panas tiba banyak anak- anak sekolahan yg nyambi part time buat nambah uang saku. Aku berusaha menenangkan diriku sejenak, sambil duduk-duduk di salah satu taman kota yang rindang.  Lama melamun membuatku kehausan,  maklum seharian keliling-keliling  cari kerja .
Kebetulan dipojok taman itu ada toko  es krim tua yang udah terkenal dikota ini  bahkan uda  buka selama tiga generasi. Lalu aku memutuskan pergi kesana dan membeli sebatang es krim buat menghilangkan rasa haus ini.

Ada counter berbentuk huruf  ”L”  di depan dan sebelah kanan ku. Dan ketika aku membuka dompet untuk membayar  es krim itu, tiba-tiba ada seorang nenek tua berdiri di belakang meja counter itu. Dan dia tersenyum, lalu aku meminta maaf karena kelamaan mengambil uang di dompet, maklum isinya hanya uang recehan. Lalu ketika aku akan membayar dan melirik lagi ke counter itu, dia telah pergi.

Tiba-tiba aku mendengar seseorang bertanya “can i help you ?” dan melirik kekanan di tempat wanita tua itu tadi berdiri.

Aku terkejut lalu aku bertanya kepada wanita tersebut “where the old lady had gone to who was going to serve me?”  kemudian wanita itu tertawa dan memberitahuku kalau wanita tua yang barusan aku lihat adalah hantu pendiri toko es krim tersebut.

Kamis, 11 Juli 2013

BEBERAPA CERITA TENTANG HANTU JERUK PURUT

Berbagai ibukota negara kesatuan negara Indonesia, Jakarta tumbuh menjadi sebuah kota yang hiruk pikuk oleh para penghuninya. Jakarta dipenuhi oleh manusia dari berbagai latar belakang budaya dan suku bangsa yang berbeda pula. Kepadatan ibukota Jakarta bahkan sudah menimbulkan masalah yang benar-benar membuat penghuninya merasa kesal. Bahkan perputaran uang terbesar di Indonesia terjadi di kota ini.
 
Dibalik hiruk pikuknya kota Jakarta, ternyata kota ini menyimpan kisah lain yang tidak dipedulikan oleh kaum metropolis di Jakarta. Di kota Jakarta terdapat beberapa lokasi angker dengan kisahnya masing-masing. Salah satu lokasi yang menyeramkan tersebut adalah Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Berikut beberapa cerita tentang hantu Jeruk Purut ini:

Pastur Kepala Buntung
Di tahun 1986, Supri, penjaga makam di Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut melihat penampakan hantu dengan sosok pastur tanpa kepala yang menenteng kepalanya sendiri. Menurut pengakuan masyarakat sekitar, pastur kepala buntung (julukan yang diberikan oleh masyarakat sekitar) ini mencari makamnya yang terletak di unit Kristen di pemakaman Tanah Kusir Jakarta. Pengalaman Supri ini menjadi kisah yang terkenal di daerah Jakarta. Jika Anda ingin melihat sendiri hantu Jeruk Purut berwujud pastur ini datanglah ke Tempat Pemakaman ini pada malam Jumat dengan jumlah pengunjung ganjil (satu, tiga, lima, dan seterusnya).


Cerita lainnya, ada dua orang pemuda yang pulang dari suatu acara. Kebetulan di jalan pulang mereka harus melewati daerah Jeruk Purut. Salah satu dari pemuda ini meremehkan tentang cerita hantu Jeruk Purut. Ketika melewati daerah Jeruk Purut, tiba-tiba mobil mereka mogok dan lampu mobil menyala dengan sendiri. Ketika mereka memutuskan untuk masuk ke dalam mobil, mereka melihat penampakan hantu pastur kepala buntung. Secara tiba-tiba mobil mereka bisa menyala kembali, namun anehnya tidak bisa di gas. Padahal spedometernya telah menunjuk angka maksimal. Setelah hantu itu menghilang barulah mereka dapat membawa mobil tersebut. Anehnya, mobil itu berjalan dengan sangat pelan. Untuk mencapai rumah mereka, dibutuhkan waktu sampai fajar menjelang.

Sosok pastur kepala buntung adalah sosok hantu paling terkenal di Jakarta. Penasaran dengan foto hantu ini? Sampai saat ini banyak orang yang mengaku memiliki foto hantu pastur kepala buntung, namun tidak satu pun yang dapat di dipastikan bahwa foto tersebut adalah asli.

Kuntilanak Laki-Laki
Ternyata sosok kuntilanak tidak hanya wanita berbaju putih saja. Kuntilanak juga ada dengan sosok laki-laki dan tuyul. Penampakan kuntilanak laki-laki ini dialami oleh Asmadi, penjaga Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut. Ketika sedang berkeliling, Asmadi ditempuk oleh seseorang dari atas pohon melinjo. Ketika menoleh ia melihat sosok kuntilanak laki-laki di atas pohon. Suatu kali Asmadi juga pernah dimintai uang oleh sosok tuyul. Setelah diberi uang, tuyul itu langsung lari ke dalam keramat (rumah pemakaman khas Betawi). Ketika diikuti ke dalam keramat ternyata sosok tuyul itu sudah tidak ada.

Selasa, 09 Juli 2013

CERITA POCONG DI STASIUN UI

Sesuai janjiku tadi malam langsung saja baca kisahnya.
Seram… itulah hal yang saya rasakan ketika membaca Pocong di Stasiun UI. Bagi anda yang takut cerita hantu, misteri, mistik, dan gaib, sebaiknya jangan lanjutkan membaca cerita seramPocong di Stasiun UI. tiap malem di kosan gw di margonda selalu begadangan sambil gitar2an…. di balkon sambil liatin cewe yg liwat… biasanya sampe jam 1-2 an lah… malam itu mendadak sepi banget…..cuman kami ber4 yg gitaran…. tiba2 salah satu temen gw liat pocong!!!! dia nunjuk n kami semua melihat “mahluk imut” yang sama!!!!! temen gw yg pertama liat langsung tereak “KEJAR!!!” 3 orang temen gw langsung ngejar sedang kan gw tetap tenang dan melangkah masuk ke kamar!… soalnya gw sungkan kalo harus ngejar2 mr P itu… selanjutnya.. (versi 3 temen gw) mereka ngejar tu Poci dari depan kos2an….tu Poci terus lari sampai tikungan pertama….tetap kejar!!!! sampai tikungan kedua….tetap kejar!!!! naa…di tikungan ke tiga…tepat di stasiun UI…. mereka tetap kejar…walaupun si Poci sudah ga terlihat setelah tikungan ke 3 ini… sampai di pojok tikunagn ke 3….otomatis hadap2an ama stasiun UI… JREEEENNNGGGG!!!!! dari posisi siap kejar…langsung balik kanan…dan KABUUUURRRRR….. kenapa???? soalnya mereka ber3 liat di stasiun UI penuh dengan pocong.

Minggu, 07 Juli 2013

Cerita seram melihat orang yang sudah meninggal

kejadian ini terjadi pada tahun 1995 pas malam Jum’at legi, lebih tepatnya sudah gak ingat lagi (maaf sudah terlalu lama). Saya ingat malam Jum’at legi karena malam ini di kampung kami yang memegang adat Jawa sangat mensakralkan malam ini.

Langsung saja, ketika itu saya, Eko dan beberapa teman lain sedang kumpul-kumpul sambil gitaran (di kampung kami biasa menyebutnya Cangkruk) karena memang situasinya sedang liburan kenaikan kelas (waktu itu saya dan Eko naik kelas 2 SMP). Dulu liburan kenaikan kan lebih dari 1 bulan jadi ketika kami "cangkruk" yang pasti ada rasa bosan karena tiap malam selalu cangkruk dan usia kami masih SMP jadi kondisi keuangan selalu minim, jadi hiburan kami selalu kumpul dan main gitar, begitu terus. Kalaupun ada kegiatan lain mungkin kami akan bakar ketela atau apalah (maklum kami anak kampung). Oh ya, saya tinggal di Banyuwangi daerah selatan (pinggir hutan Purwo), jadi kalau masalah cerita yang seram sih di tempatku sangat banyak. Jadi besok kalau saya punya waktu luang akan saya "cicil" untuk menceritakannya.

Sorry ngelantur... Waktu itu Eko karena bosan ngajak saya dan teman-teman lainnya untuk mancing belut di kanal (sungai buatan kecil untuk mengairi sawah). Beruntung saya menolak karena saya selalu mempunyai keberuntungan yang kecil dalam memancing dengan kata lain "saya gak bisa mancing".

Nah akhirnya Eko dan tiga teman saya yang lain berangkat memancing. Sampai di kanal gak ada masalah meskipun kondisinya gelap gulita dan tidak ada satu rumah penduduk (ya jelas dong karena di sawah). Mereka bergerak perlahan mencari lubang demi lubang tempat belut bersarang. Lumayan mereka sudah mendapatkan banyak tangkapan sampai akhirnya alur kanal tersebut belok ke arah desa. Nah ada beberapa rumah di pinggir area persawahan tersebut, termasuk rumah mbah Suro (mbah Suro seorang duda tinggal sendiri dan anaknya merantau dan tidak pernah kembali) depan rumah tersebut merupakan pekarangan, belakangnya rimbunan pohon bamboo, samping kanannya pekarangan juga dan kirinya langsung berbatasan dengan kanal tempat Eko cs memancing.

Pada waktu itu Eko cs merasa curiga karena rumah tersebut kok ada penerangannya meskipun hanya "dimar ublik" (lampu tempel berbahan bakar minyak tanah) padahal mereka tahu kalau mbah Suro sudah meninggal belum ada 7 harinya sedangkan anak-anaknya tidak mengetahui kabar tersebut (karena belum ada HP, telephon saja belum) dan kamipun ikut Ta’jiah waktu itu (adat kami di desa masih sangat "Gotong Royong" sekali, tapi sekarang sudah mulai luntur meskipun demikian kalau masalah kematian warga kami tetap kompak sampai sekarang).

Rasa penasaran yang semakin menjadi membuat Eko cs mengintip (dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah lama sehingga sangat mudah untuk membuat lubang buat ngintip). Setelah para pemancing mania tersebut mengintip, tanpa komando mereka langsung lari semburat sampai alat pancing dan belutnya pun tertinggal.

Ternyata diantara celah lobang anyaman bambu yang mereka buat, mereka melihat sebuah dimar ublik yang diletakkan di atas meja panjang dan dihadapan dimar tersebut terdapat sesosok tubuh yang dibalut kain putih kotor oleh tanah dalam keadaan duduk memandangi dimar tersebut dengan tatapan kosong. Dan mereka dengan jelas melihat wajah diantara celah kain kotor yang membungkusnya tersebut... adalah wajah mbah Suro.

Jumat, 05 Juli 2013

Hantu di rumah sakit immanuel bandung

Assalamu`alaikum wr. wb. Cerita ini sebenarnya adalah pengalaman dari ibu saya saat melahirkan saya (sekitar 12 tahun yang lalu) di RS Immanuel Bandung. Selamat membaca! :)

Kamis 20 Juli 2000 jam 14.35 WIB...

Proses persalinan berlangsung lancar pada hari itu dan baru saja terlahir seorang bayi perempuan yang sehat dan lucu (dimana-mana bayi emang lucu sih hehehe...). Nenek, Ayah, Kakak, dan saudara-saudara saya yang lainnya menyambut kedatangan saya dengan gembira dan sukacita.

Malam pun datang...

Ibu saya masih menginap di rumah sakit karena kondisinya yang belum stabil. Ibu saya tidur di sebuah kamar di rumah sakit itu ditemani seorang pembantu yang tidur di atas sofa yang terletak di sebelah kasur ibu, dan saya tidur di kamar bayi yang terpisah jauh dari kamar ibu saya.

Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, pembantu yang menemani ibu saya sudah tertidur pulas di atas sofa namun, ibu saya belum bisa tidur. Perasaan gelisah menghantui pikiran ibu saya, ibu mencemaskan saya yang tidur di kamar bayi yang letaknya lumayan jauh dari kamarnya.

Di saat kegelisahan itu sedang menghantui pikiran ibu saya, tiba-tiba saja perhatiannya terpecah karena terdengar suara yang sangat gaduh dari luar kamar. Suara yang sangat mengganggu pada saat itu. Suaranya terdengar seperti ada keranda yang sedang didorong dengan kencangnya (seperti ada yang baru saja meninggal dunia pada malam itu) dan juga terdengar suara isak tangis dari keluarga almarhum, mereka menangis histeris.

Ibu saya pun mulai curiga karena suara itu lama sekali terdengar. Rasanya ingin sekali berjalan turun dari kasur dan mengintip di jendela namun, ada yang membisikkan ibu saya untuk jangan melakukan hal itu karena akan ada hal buruk yang terjadi. Ibu saya pun mengurungkan niatnya untuk mengintip di jendela, dan memutuskan untuk berdoa saja.

Paginya ibu saya bertanya kepada suster yang bertugas pada hari itu "Suster, tadi malam ada yang meninggal nggak ya???" tanya ibu saya. "Iya bu, ada. Tapi Ibu tahu darimana ya??". "Tadi malam saya mendengar keranda melewati ruangan ini, isak tangis keluarga pun terdengar". "Apa??? Ibu nggak salah dengar? Memang tadi malam ada yang meninggal tapi nggak lewat sini bu, yang meninggal langsung dibawa ke kamar jenazah yang juga tidak melewati ruangan ini bu" jelas suster itu. Ibu saya pun terdiam mendengarnya.

Suara itu pun terdengar selama dua hari dua malam. Karena ibu saya yang sudah tidak kuat lagi, ibu saya pun memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Saking terburu-burunya, popok milik rumah sakit yang saya gunakan pun ikut terbawa pulang (popok yang terbawa cuma 1 yaitu yang saya gunakan).

Sekian cerita dari saya, maaf kalau nggak atau kurang seram karena ibu saya kurang jelas menceritakannya.

Terimakasih sudah membaca,
Assalamu`alaikum wr. wb.

Rabu, 03 Juli 2013

Cerita Seram Guru SD Ku

Hai, nie cerita guru SD ku. Sewaktu baru masuk kelas 1 SD, jumlah murid di kelasku ada 40 orang. Sayang beberapa hari kemudian berkurang satu orang. Temanku Dodo diberitakan meninggal dunia akibat kecelakaan.

Tragisnya kecelakaan itu bermula ketika si Dodo salah pake baju seragam. Karena takut dimarahi guru, Dodo yang biasa diantar jemput mamanya, nekat pulang sendiri untuk berganti baju tepat beberapa menit menjelang bel berbunyi.

Sekolahku berbatasan langsung dengan jalan raya dengan arus lalu lintas yang cukup ramai. Untuk anak seusia Dodo itu sangat berbahaya. Benar aja, beberapa menit kemudian terdengar derit dan dentuman keras dari depan sekolah. Dodo ditemukan terkapar bersimbah darah. Saat itu guruku lah yang mengantar nya ke rumah sakit. Sayang dalam perjalanan dodo menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan guruku.

Enam tahun kemudian tepatnya setelah ujian kelulusan, alhamdulillah, sekolah ku meraih nilai terbaik kecamatan dan peringkat 3 kabupaten. Cukup membanggakan bagi guru dan sekolahku. Malam sebelum rapor dan ijazah dibagikan, guruku mengecek lagi nilai-nilai dari siswanya. Meringkasnya kedalam tiap map bertuliskan tiap nama siswa. Tiba-tiba guruku dikejutkan dengan map bertuliskan nama Dodo.

Dalam map itu ada ijazah dan rapor yang kosong tidak ada nilainya. Seketika bulu kuduknya merinding. Antara sadar dan tidak dia melihat dodo berdiri di sudut ruangan dengan wajah penuh darah seperti memohon kepadanya "Bu, tolong isi nilai-nilai saya bu". Guruku memekik "Astaghfirullah". Sekejap kemudian Dodo telah menghilang. Map berisi ijazah dan rapor dodo pun menghilang. Guruku melanjutkan tugas-tugasnya kembali.

Setelah selesai, beliau menghitung jumlah mapnya untuk memastikan tidak ada map yang tertinggal. Betapa terkejutnya, map itu berjumlah 40, padahal seharusnya 39. Barangkali salah menghitung, dia ulangi kembali, tapi jumlahnya masih tetap 40. Dia ulangi lagi, masih juga 40. Akhirnya dia putuskan meninggalkan map-map itu. Toh tugas-tugasnya udah rampung.

Esok harinya waktunya membagikan map-map itu kepada murid-murid. Sesuai dengan jumlah muridnya 39. Pas,tidak ada sisa. Tidak ada map Dodo. Guruku bernafas dengan lega. Sepulang dari sekolah, beliau menyempatkan diri berziarah ke makam muridnya, Dodo.

Senin, 01 Juli 2013

Hantu Anak Kecil Penunggu Rumah

Pada saat itu saya kan nginep di tempat tinggal teman saya. Terus saya tidur di kamar teman saya yang ada di lantai atas serta sangat tepi. Lantas bila naik ke kamar teman saya kan mesti naik tangga yang terbuat dari besi, umumnya bila tangga dari besi kan berbunyi waktu di injak.

Pada saat itu jam 2 pagi, cocok saya lagi asik tengok film di laptop teman saya, saya denger seperti ada orang yang naik ke kamar teman saya suaranya duk... duk... duk... seperti orang naik serta turun tangga sembari lari. Saya kan tidak tahu siapa tu, saya kira papanya teman saya yang umumnya tidurnya juga malem2, saya biarin saja. Namun nada itu ( orang naik tangga ) terdengar berulang-ulang. saya tidak pikir sampek segitunya saat itu, ya saya cuek saja. terus saya dah selesai nonton kan serta ditambah saat itu dah ngantuk, terus saya akan tidur, anehnya nada itu berhenti.

Waktu paginya jam 8 saya bangun, terus saya nanya teman saya apa papanya atau mamanya, atau ada yang tetap belum tidur pada jam 2. Terus teman saya jawab, tuturnya : seluruhnya telah tidur sejak jam 8 malam. terus teman saya nanya ada apa ?. saya jawab : tadi malem saya berulang-ulang denger ada yang naik serta turun tangga sembari lari2. Teman saya ngasih tau memang di rumahnya ada penunggunya anak kecil serta wanita, serta tangga itu tempatnya hantu anak kecil itu.

Sampai saat ini saya kerap nginep di tempat tinggal teman saya, bila dia sendirian di tempat tinggal gua temenin di rumahnya. Saat ini dah biasa seperti tidak da apa2, namun kadang2 bila belum tidur sendirian malem-malem seperti ada yang nemenin.


Cerita ini dari Oki, Pengalaman seram pada waktu nginep di rumah temennya. 

Minggu, 30 Juni 2013

Diganggu Hantu Penunggu Kamar Mandi

Singkat cerita, saya ngontrak tempat tinggal 1 bulan 1juta ( belom ngekost nih ) serta 3 teman saya turut nimbrung sekalian patungan ( agar lebih mudah ) belom lama lebih kurang tetap 1 minggu kita tinggal disana teman saya si ade tiba tiba minggat ngga jelas tanpa sepengetahuan kita kita, disinilah terror diawali.

Hari telah malem sesaat saya serta lele ( teman saya, nama gadungan ) belum pulang dikarenakan jalur sama boking masing masing sesaat si ilham jagain tempat tinggal sendirian ( ini apa yang di ceritain ilham ya gan serta saya yakin dikarenakan ngalamin juga ) dari pada dia bete ngga ada kerjaan dinyalain tuh PS saya main dah bikin ngilangin jemu.

Ngga lama dia main dia denger nada orang buka pintu depan serta segera masuk ke kamar saya ( tv mengahadap tembok otomatis dia ngebelakangin kamar saya ) “eh ian telah pulang” sapa ilham “abis darimana lu gue sendirian dirumah bete sangat gue” jelasnya lagi, hanya si “ian” ini ngga ngomomng ngomomng serta si “ian” ini menuju ke arah dapur ( si ilham ini tau dikarenakan ada pantulan bayangan di tembok ) si ilham lalu penasaran dia nyamperin ke dapur bikin negor “ian” lagi, “kriiikk…kriiikkk…” situasi dapur senyap !.

Baru 3 langkah mundur serta muter badan “baa ! !” si ilham mewek di area dikarenakan lihat wanita nampak dari bawah tanah menuju langit langit tempat tinggal ( persis di depan pintu kamarnya lele ) spontan dia ngacir keluar serta nungguin saya pulang sampai jam 2 malam, malam selanjutnya,
dipaginya ilham menceritakan pengalamannya mengapa dia dapat ada di depan jalur tetapi kami cuma tertawa ( sesungguhnya saya telah tau sama ruamh itu hanya sebatas menghibur dia )

Singkat cerita, saat malam ini kebetulan kami lengkap ada dirumah layaknya biasa si ilham main ps diruang tv sesaat saya serta lele ada dikamar saya lagi cerita perihal periode kala sma, lantaran haus lele kedapur bikin ngambil minum ngga lama dia ngacir balik ke kekamar saya dengan muka ketakutan serta pucet “ngapa lu cumi ?” bertanya saya “ian teko ian ?” ucapnya terbata bata “ngapain si teko ? mati ?” ucap saya ngelawak ( garing gan ! ) “tekonya jalur bego” tetap terbata bata, ngga sengaja ilham denger serta dia ikutan ngacir ke kamar saya ( dikarenakan dia dulu diliatin trauma kali gan ) “bahh ! ini napa pada ke kamar saya seluruh ini” ucap saya.

Telah semaleman jemu pada diem doang di kamar ngga ngapa ngapain dikarenakan sangking takutnya mereka sampai ngga dapat tidur sesaat saya asyik main nfs di laptop saya ( saat itu belom rusak sebelum saat dijegal ama kunti sialan ) dikarenakan situasi terlampau garing saya punya niat nakut nakutin mereka nih gagasannya saya pura pura kesurupan mr. p nih, saya ambillah kuda kuda serta segera berakting “hoop…hooop” ( sembari ke-2 tangan di atas perut, telah kaya mr. p beneran standnya ) mereka awlanya pada katakan “jangan canda ian,, ahhh… serius luuu. bla…blaa. bla.. ”

Tetapi saya semakin jiwain tuh peran sontak mereka pikir ini beneran serta mereka loncat ketakutan sana sini loncat ke kasur peluk pelukan ( jiahahahaha sumpah gan saya ngakak liatnya, agan bayangin deh tampang pada garang, muka pada melas ketakutan pelukan lagi maho asli dah ) dikarenakan saya ngga kuat nahan ketawa saya lalu ketawa mereka lalu semakin ketakutan mereka pikir saya kemasukan miss. kun juga “oyy gue boongan tau” saya ngakak terbahak bahak “ahh anj*** lu ian serius ngga lucu” sahut ilham sesaat si lele hanya terduduk diatas kasur dengan muka pucat “woi telah le males nih gue lama lama” sahut ilham, hanya ini bocah ngga gerak gerak lalu saya samperin dengan kemauan ingin ngejitak.

Belom sempat saya ngejitak saya ngga sengaja simak mayanya “gleek ! !” kesurupan beneran ! ( saya telah hafal banget bagaimana sinyal orang kerasukan sejak di pulau seribu ) untungnya si ilham hafal sama ayat ayat suci bla bla blaa tuh mg out juga “fyuuuh.. ” saya ambillah selimut serta segera tidur sangking capeknya.

Telah tiga minggu kita disana ilham serta lele senantiasa ditongolin sama penghuni sana dari nada orang mandi dikamar mandi belakang ( kamar mandi ada 2 dikamar saya sama di deket dapur ), nada cewek mewek khas ms. kun ( kebetulan dibelakang pojok tempat tinggal ada pohon nagka gede ), sampai sesosok wanita yang serupa nyokap saya yang kerap bolak balik ke dapur ( walau sebenarnya nyokap saya telah dibatam ), kaleng yang kerap dilempar dari atas pohon mangga di depan tempat tinggal, mr. p dideket jemuran didepan pohon pisang, wanita dikamar lele, bayangan yang lantas lalang sampai beguganjang ( ini nama dari tempat sumatra yang tuturnya dia jika dipandang terus semakin lama semakin gede ) pokoknya mereka digempur terus sampai selanjutnya mereka angkat kaki dengan bergiliran. sampai saya lah yang tersisi “gleeek ! “

Singkat cerita, lantaran mereka ngga ada korban bikin di kerjain saya lah tujuan hanya satu disana serta saya nekat pingin berhubungan dengan mereka hanya anehnya jadi itu merasa damai meskipun kuduk senantiasa berdiri ( dengan kata lain ngga ada apa apa ), tetapi mereka menjawab pertanyaan saya didalam mimpi saya serta intinya saya disuruh pergi dari tempat tinggal itu dikarenakan itu jalur serta tempat tinggal mereka ! ! “alamak !” cocok banget akhir bln. saya cabut dari tempat tinggal itu menuju kosan kecil pas ada di depan tempat tinggal itu juga ( ngga ngefek ).

Pengalaman saya sangat terseram sepanjang dirumah ini saat saya lagi ngerokok di depan tempat tinggal serta tiba tiba ada nada yang bernada bass+7, bergemang, men-delay, pria, besar banget suaranya serta bicara di kuping kanan saya “meooooooongg !” ( sumpah gan saya ngga pakai mikir gitar saya lempar berupaya masuk kerumah dengan rokok yang ngga kerasa menjilat jilat tangan kanan saya ).

Serta nyatanya mengapa si ade kabur dari tempat tinggal saya, dikarenakan cocok dia lagi mandi ada yang ikutan mandi.

Jumat, 28 Juni 2013

Si Gadis Mistis, Laila

ane Vhiladhelvhia di Bogor panggil aja vhila,,,,,ane punya cerita nich ceritanya nyata sekitar tahun 2009 yang lalu,,,,,,,gak usah pajang lebar langsung aja dech cekibrooott,,,,,,,,,,,!!!

Waktu itu pas malem minggu  pkl.20.00 temen abank ane (sebut saja andi dan deny)  kerumah ngajak abank ane (Tedy)  kondangan kebetulan ane juga dapat undangan ke rumah temennya yang ada di kampung tetangga,,,,,,,,,,,berangkatlah kami berempat ke pesta pernikahan itu suasananya begitu riuh di tambanh dengan acara dangdutan sebagai hiburannya yang semakin membuat meriah pesta.

kak Deny tak ingin segera pulang dia malah mengajak kami melihat acara dangdutan tersebut karna waktu itu ane sekolah pagi akhirnya ane dan abank ane Tedy pulang duluan,,,,,,,,tinggallah temen  abank ane andi dan deny berdua,,,,,,,,,,disinilah kisah mistis itu dimulai,,,,,,,,!!

kak Deny yang memang masih jomblo alias  gak punya cewe berniat iseng-iseng mengajak kenalan seorang cewe yang baru habis pulang kondangan.berkenalan lah kak deni dengan seorang cewe berambut panjang lurus dan berkulit putih cantik  namanya LAILA (begitulah kata k deny).berbincang-bincang lah mereka panjang lebar.

karna hari sudah larut malam sekitar pkl.23.00mereka pun berniat pulang dan K deny pun berniat mengantarkan LAILA kerumahnya karna LAILA mengaku rumahnya tak jauh sekaligus kak deny ingin tahu supaya besok-besok bisa berkunjung lagi.K deny mengantarkan sendiri laila kerumahnya.karena hanya bawa motor satu akhirnya k andy mengalah menunggu k deny di tempat dangdutan.setelah mengantar laila akhirnya pulanglah k deny dan k andy kerumah masing”.

hubungan kak deny dan laila pun berlanjut menjadi berstatus pacaran setiap malam minggu dan kamis k deny selalu melancongi laila.tapi k deny merasa ada yang janggal,,,,rumah laila yang berdinding keramik berwarna biru tua cukup mewah tapi tak pernah terlihat orang lain selain laila bahkan k deny tak pernah di perbolehkan masuk ke dalam rumahnya setiap kali berkunjung dia hanya berada di teras depan rumahnya saja.
keanehan masih berlanjut laila pun tak pernah mau di ajak jalan bareng ketika siang hari dia hanya mau ketika malam hari dan itupun laila sudah akan mengajak pulang kerumah sebelum jam 12 malam.dan jika k deny sedang di rumah lailapun sebelum jam 12 malam k deny sudah akan di suruh pulang.

kamis malam tepatnya  malam jum’at (menurut cerita k deny waktu itu c malam jum’at keliwon)  k deny berkunjung ke rumah laila karna malam kamisnya k deny gak dateng.lagi asiknya ngobrol ngalor ngidul tiba-tiba hujan turun karena hujannya deras akhirnya k deny minta ke dalem rumah (sekalian juga k deny pngn ketemu sama orang tuanya di dalam gitu pikir ka deny ) tapi tetap saja tak tampak seorang pun di dalam rumah.k deny bertanya sama laila tapi laila hanya menjawab orang tuanya sudah tidur.waktu sudah menunjukan jam 23.30 laila menyuruh k deny pulang tapi k deny malah meminta menginap  karna hujan masih cukup deras laila pun mengiakan.laila memberikan  selimut dan bantal buat k deny yg tidur di sofa.laila pun masuk ke dalam kamrnya dan meninggalkan k deni sendiri di ruang tamu.

tapi k deny merasa udaranya panas padahal hujan sedang deras_derasnya d luar sana tapi dalam sekejap k deny terlelap……..sedang lelapnya k deny tiba-tiba udara panas berubah menjadi sangat dingin dan lembab….karna merasa kedinginan ka deny pun terjaga dari tidurnya alhasil bangunlah ia sekitar jam 3 pagi………sontak dalam keadaan yang masih mengantuk ka deny terkaget-kaget ketika ia sadar pada saat itu ia sedang tidak berada di atas sofa,berselimutkan kain yang lembut dan hangat serta beralaskan bantal yang empuk melainkan ia berada di atas sebuah makam berkeramik biru hanya beralaskan batu nisan.

tak pikir panjang dia langsung merogoh kantong mengambil kunci motor dan berlari keluar makam menghampiri motor dan langsung tancap gas.
usud punya usud ternyata itu memang sebuah makam keramat yang makamnya di buat di dalam seperti rumah.jadi sepintas seperti sebuah rumah.

jadi putuslah hubungan k deny dengan laila secara tak pasti itu,,,,,,,,kasiahan ka deny untung tak sampai terjadi apa-apa sama ka deny.heheheeheheehee
segitu dulu aja postingan dari ane tunggu postingan berikutnya yaa,,,,,,,,!!!